KUDUS.RILISJATENG.COM – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Kudus, Minggu (26/7) berlangsung meriah. Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini menjadi momentum menumbuhkan budaya literasi, kreativitas, serta kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Dinsos P3AP2KB Kudus, Putut Winarno, S.STP dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kudus, Eko Djumartono, S.E. Mengajak seluruh pihak bersama-sama menghadirkan lingkungan aman, nyaman, dan ramah anak sebagai fondasi membangun generasi masa depan.
Hari Anak Nasional bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk tumbuh, belajar, bermain, dan memperoleh perlindungan.
“Adalah tugas kita bersama memastikan anak-anak mendapatkan ruang aman untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensi terbaiknya. Kita akan berupaya membuat Kudus menjadi tempat yang layak bagi anak-anak,” demikian disampaikan Eko Djumartono dalam sambutannya.
Sementara itu, Putut Winarno juga menambahkan, “Peringatan Hari Anak Nasional mampu menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak-hak anak merupakan tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah.
Rangkaian kegiatan dikemas secara edukatif dan menyenangkan. Mulai dari mengajak gemar membaca sejak dini, mengakrabi kembali permainan tradisional, memanfaatkan bungkus bekas makanan untuk berkreasi dan membuat pohon literasi di mana tergantung harapan yang mereka buat. Kelak bisa menjadi pengingat dalam mencapai harapan tersebut.
Pohon Literasi ini juga sebagai simbol tumbuhnya budaya membaca sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Perayaan ini disemarakkan pula dengan nobar film animasi Waka Kibo Kids.
“Film seri animasi Waka Kibo Kids merupakan hasil karya siswa siswi SMK Raden Umar Said Kudus. Kisah dua sahabat bersama medali totemponya. Berusaha menyelesaikan masalah dengan cara dan kreatitiftas anak-anak dalam setiap petualangannya. Sarat nilai persahabatan dan kepedulian dalam kemasan ringan,” ujar Ita Sembiring yang juga merupakan penulis cerita serial ini.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen terus menghadirkan berbagai program yang mendukung terwujudnya Kabupaten Layak Anak, sehingga setiap anak memiliki kesempatan sama untuk tumbuh menjadi pribadi sehat, cerdas, kreatif, dan berkarakter.







